Home Inspirasi Lampung Cetak Sejarah, Pergub Perdamaian Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan Bareng ChildFund
InspirasiWhat's Up

Lampung Cetak Sejarah, Pergub Perdamaian Pertama di Indonesia Resmi Diluncurkan Bareng ChildFund

Share
Share

Jakarta – Hi mom and sis, di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda, ada kabar baik datang dari ujung selatan Pulau Sumatera. Provinsi Lampung baru saja mencatat sejarah penting yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Bukan soal infrastruktur atau pariwisata, tapi tentang sebuah langkah nyata menuju hidup yang lebih damai, aman, dan penuh harapan, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Lewat kolaborasi apik antara pemerintah daerah dan ChildFund International di Indonesia, inisiatif ini jadi sorotan karena membawa semangat baru dalam membangun budaya damai di tengah masyarakat.

ChildFund International di Indonesia (ChildFund) dengan dukungan Uni Eropa menghadirkan Proyek Penguatan Kohesi Sosial (SSCP) guna mendorong pembangunan perdamaian yang berfokus pada pemuda. Inisiatif ini berhasil melahirkan satu-satunya regulasi perdamaian tingkat provinsi pertama di Indonesia, yakni Peraturan Gubernur Lampung No. 18 Tahun 2025 tentang Pedoman Penguatan Ikatan Sosial dalam Pencegahan Konflik Sosial.

Proyek yang berlangsung pada 22 Juli 2025 ini merupakan bagian dari komitmen ChildFund International di Indonesia dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif, tangguh dan damai. “Dengan berakhirnya SSCP, bukan berarti gerakan dan semangat perdamaian menjadi padam. Melalui program ini, kita dapat belajar, terinspirasi dan terus memperkuat kerja-kerja kolektif di tingkat akar rumput sebagai wujud penguatan ikatan sosial dalam pencegahan konflik sosial, yang berfokus pada keterlibatan orang-orang muda. Selain itu, upaya luar biasa telah ditempuh dengan terbitnya Peraturan Gubernur tentang pencegahan dan penanganan konflik dengan fokus pada ikatan sosial. Pergub ini merupakan satu-satunya di Indonesia dengan fokus ikatan sosial,” kata Husnul Maad selaku Country Director ChildFund International di Indonesia.

Drs. M. Firsada, M.Si selaku Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Lampung yang mewakili Gubernur Lampung menjelaskan bahwa Lampung provinsi di Indonesia yang memiliki pergub tentang pedoman penguatan ikatan sosial dalam pencegahan konflik sosial.

“Pencegahan konflik sangat penting karena dapat meminimalisir kekerasan, membangun lingkungan yang harmonis, dan meningkatkan produktivitas, khususnya bagi orang-orang muda. Dengan mencegah konflik, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih damai, mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul akibat konflik sosial yang ada. Oleh karena itu, kami menyambut baik inisiasi program dari ChildFund Indonesia karena peran dan dukungan masyarakat, khususnya orang-orang muda, sangatlah penting dalam pencegahan konflik serta menciptakan lingkungan yang kondusif,” ungkapnya.

Untuk mencapai tujuan ini, ragam kegiatan tercakup dalam inisiatif ini, antara lain pembinaan sekolah dan organisasi pemuda, serta pengembangan Modul Pendidikan Perdamaian Ulun Lampung dalam bentuk cetak dan gim daring melalui www.ulunlampung.com. Seluruh pendekatan ini berlandaskan nilai-nilai budaya lokal, yakni Piil Pesenggiri, yang merupakan falsafah hidup masyarakat Lampung dalam bermasyarakat, serta mempertimbangkan prinsip kesetaraan gender, keberagaman dan inklusi sosial (GEDSI).

“Lahirnya pergub ini tidak lepas dari pendekatan SSCP yang telah berjalan dengan baik, partisipatif dan inklusif dengan melibatkan berbagai kelompok agama dan suku yang ada di Provinsi Lampung. Semoga keberhasilan yang telah dicapai dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berupaya mempromosikan perdamaian dan kesepahaman di masyarakat dan bisa menjadi contoh bagi proyek-proyek lain yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan keharmonisan,” jelas Candra Dethan selaku Project Manager SSCP ChildFund International di Indonesia.

“Semoga terobosan ini bisa kita perluas ke seluruh Indonesia karena perdamaian memiliki arti yang lebih jauh dari sekedar meredam konflik, tetapi juga menjadikannya sebagai fondasi bagi kemajuan yang berkelanjutan. Kami berharap seluruh lapisan masyarakat, bisa hidup lebih damai dengan meningkatkan pencegahan dan resolusi konflik melalui praktik-praktik baik berbasis budaya dan berfokus pada peran orang muda,” tutup Husnul.

Dengan melalui sosialisasi Pergub Lampung No. 18 Tahun 2025, ChildFund International di Indonesia bersama berbagai mitra lintas sektor berharap dapat memperkuat kerangka hukum dan kebijakan pencegahan konflik, serta mengoptimalkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga perdamaian dan memperkuat kohesi sosial. (BGA)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
What's Up

FWD Insurance Komitmen Perkuat Profesionalisme Agen untuk Raih MDRT

Jakarta – Hi Moms and sis, taukah kalian bahwa saat ini terjadi...

Inspirasi

Menjaga Hubungan Sosial Tanpa Lelah di Bulan Ramadhan

Jakarta – Hi moms and sis, bulan Ramadhan sering dipenuhi dengan agenda...

HijrahInspirasiKesehatan

Cara Mengatasi Tubuh yang Mulai Kelelahan Saat Puasa

Jakarta – Hi moms and sis, kelelahan saat menjalankan ibadah puasa bukan...

HijrahInspirasiParenting

Cara Mengajak Anak Belajar Puasa Tanpa Tekanan

Jakarta, Hi moms and sis, mengajarkan anak berpuasa sering kali menjadi momen...