Home Psikologi Mengelola Emosi agar Puasa Tidak Sekedar Menahan Lapar
Psikologi

Mengelola Emosi agar Puasa Tidak Sekedar Menahan Lapar

Share
Share

Jakarta, Hi moms and sis, berpuasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tapi juga tentang mengelola emosi yang seringkali justru lebih sulit dikendalikan. Di bulan Ramadhan, banyak orang merasa lebih mudah tersinggung, cepat marah, dan sensitif terhadap hal-hal kecil yang biasanya bisa diabaikan. Kondisi ini wajar terjadi karena tubuh dan pikiran sedang beradaptasi dengan perubahan ritme makan, tidur, dan aktivitas harian.

Tanpa disadari emosi negatif bisa muncul dari situasi sederhana seperti macet di jalan, pekerjaan yang menumpuk, atau masalah kecil di rumah lalu berkembang menjadi kemarahan yang berlebihan. Padahal puasa sejatinya mengajarkan pengendalian diri, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional. Oleh karena itu penting untuk belajar mengelola emosi selama Ramadhan, agar puasa yang dijalani tidak sekedar menahan lapar, tetapi juga benar-benar menghadirkan ketenangan, makna, dan pahala.

Dikutip dari website alodokter terdapat beberapa cara mengelola emosi selama bulan Ramadhan, yuk simak!

1.⁠ ⁠Lakukan teknik pernapasan
Saat emosi mulai naik, berhenti sejenak dan tarik napas dalam-dalam bisa membantu menenangkan sistem saraf dan pikiran. Teknik pernapasan sederhana seperti menarik nafas perlahan melalui hidung, menahan beberapa detik, lalu menghembuskan lewat mulut terbukti efektif meredakan ketegangan emosi. Dalam Islam, sikap menahan amarah juga dianjurkan, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi yang mampu menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2.⁠ ⁠Alihkan pikiran dan cari hal-hal yang bisa menghiburmu
Mengalihkan fokus dari pemicu emosi ke aktivitas ringan seperti membaca, berjalan sebentar, atau melakukan hobi sederhana bisa membantu pikiran lebih tenang. Cara ini bukan menghindar, tetapi memberi jeda agar emosi tidak meledak dalam bentuk reaksi yang merugikan. Puasa mengajarkan jeda antara rasa dan respons, agar kita lebih sadar dalam bersikap.

3.⁠ ⁠Dengarkan musik
Musik yang tenang dan menenangkan dapat membantu menstabilkan suasana hati serta meredakan stres emosional. Alunan nada yang lembut bisa membantu menurunkan ketegangan pikiran setelah seharian beraktivitas sambil berpuasa. Hal ini menjadi bentuk self-care sederhana yang membantu menjaga keseimbangan emosi tanpa harus menguras energi.

4.⁠ ⁠Curhat
Menyimpan emosi sendiri justru sering membuat beban terasa semakin berat. Bercerita kepada orang yang dipercaya bisa membantu melegakan perasaan dan memberi sudut pandang baru yang lebih tenang. Curhat bukan tanda lemah, tetapi bentuk kesadaran diri bahwa emosi perlu dikelola, bukan dipendam.

5.⁠ ⁠Banyak berdoa
Doa menjadi ruang paling aman untuk menumpahkan lelah, marah, sedih, dan kegelisahan batin. Dalam kondisi emosi tidak stabil, berdoa membantu hati kembali tenang dan pikiran lebih jernih. Puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga melatih hubungan batin dengan Allah agar emosi lebih terkendali.

Mengelola emosi selama Ramadhan bukan berarti menekan perasaan, tetapi belajar menyadari, memahami, dan mengarahkannya dengan cara yang lebih sehat. Puasa akan kehilangan maknanya jika hanya menahan lapar, tetapi emosi, lisan, dan sikap dibiarkan lepas kendali. Ketika emosi dijaga, hati ditenangkan, dan respons dikendalikan, puasa bukan hanya menjadi ibadah fisik, tetapi juga latihan jiwa yang menghadirkan pahala, ketenangan, dan kedewasaan batin. (ALF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
InspirasiPsikologi

Mulai cintai dirimu sendiri, Jangan Sok Kuat

Jakarta – Hi moms and sis, di hari ketika dunia ramai bicara...

InspirasiPsikologi

Tantangan Ibu Bekerja yang Jarang Dibicarakan

Jakarta – Hi moms and sis, menjadi ibu bekerja tidak hanya soal...

InspirasiKesehatanPsikologi

Perhatikan Perubahan Tubuh Perempuan Usia Jelang 40an

Jakarta – Hi mom and sis, memasuki usia 30 hingga 40-an, banyak...

InspirasiPsikologi

Rutinitas Mingguan agar Hidup Terasa Lebih Teratur

Jakarta – Hi mom and sis, hidup yang terasa teratur sering disalahpahami...