Jakarta – Hi mom and sis, peran agen asuransi sebagai garda terdepan layanan dan literasi keuangan kembali menjadi sorotan di awal 2026. Sejumlah perusahaan asuransi menilai penguatan kapabilitas agen menjadi kunci menghadapi dinamika industri dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan serta perencanaan keuangan.
Sejalan dengan itu, PT FWD Insurance Indonesia menggelar kegiatan tahunan Agency Kick-Off 2026 di Bandung. Kegiatan ini menjadi ajang penyelarasan strategi dan penguatan kompetensi agen asuransi dalam menghadapi tantangan industri sepanjang tahun.
Melalui agenda tersebut, para agen mendapatkan pemaparan mengenai arah bisnis dan strategi keagenan 2026, penguatan kompetensi, hingga berbagi praktik terbaik di lapangan. Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi salah satu fokus pembahasan untuk mendukung produktivitas dan pertumbuhan bisnis agen secara berkelanjutan.
Chief of Agency FWD Insurance, Ang Tiam Kit, mengatakan agen memiliki peran strategis dalam menjembatani layanan asuransi kepada masyarakat. “Agen merupakan salah satu pilar utama dalam pertumbuhan industri asuransi. Melalui penguatan kapabilitas dan dukungan berkelanjutan, agen diharapkan semakin siap menghadapi perubahan kebutuhan nasabah,” ujarnya.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan profesi agen asuransi masih memiliki daya tarik yang kuat. Per akhir November 2025, jumlah agen di industri asuransi jiwa tercatat mencapai 233.998 orang, atau tumbuh sekitar 14 persen dibandingkan Juni 2025. Peningkatan ini mencerminkan relevansi peran agen di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan dan perencanaan keuangan.
Ke depan, penguatan peran agen dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan industri asuransi, tetapi juga terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, terutama dalam membantu masyarakat memahami kebutuhan perlindungan keuangan secara lebih menyeluruh. (ALF)
Leave a comment