Jakarta – Hi moms and sis, Ramadhan bukan sekadar bulan kalender yang berlalu seperti bulan-bulan lainnya. Bagi umat Muslim, bulan ini adalah momentum spiritual yang istimewa, di mana kesempatan berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah SWT terbuka lebar. Lebih dari sekadar ibadah ritual, bulan suci ini menjadi ladang pembentukan jiwa, akhlak, dan kesadaran batin yang tak ternilai.
Dikutip dari website Baznas Kota Surabaya, berikut terdapat amalan yang lebih bernilai jika dilakukan di bulan Ramadhan, yuk simak!
1. Berpuasa dengan Ikhlas
Puasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi ibadah hati yang dilandasi keikhlasan dan niat karena Allah SWT. Keikhlasan menjadikan puasa bernilai ibadah, bukan sekadar rutinitas tahunan. Puasa yang ikhlas membentuk kesabaran, kejujuran, dan ketakwaan dalam diri. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah : 183).
2. Shalat Tarawih
Shalat tarawih adalah ibadah malam yang menghidupkan suasana spiritual Ramadhan. Ibadah ini bukan hanya soal jumlah rakaat, tetapi tentang kekhusyukan dan kehadiran hati di hadapan Allah. Tarawih melatih kedisiplinan ibadah dan konsistensi spiritual. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Membaca Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an, sehingga membaca dan memahaminya menjadi amalan utama. Interaksi dengan Al-Qur’an memperkuat iman dan membentuk akhlak. Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang lebih besar dibanding bulan lainnya. Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185).
4. Bersedekah
Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang besar karena dilakukan di waktu yang penuh keberkahan. Sedekah tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membersihkan hati dan menumbuhkan empati. Kebaikan kecil pun bernilai besar jika dilakukan dengan ikhlas. Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi).
5. I’tikaf di Masjid
I’tikaf adalah bentuk pengasingan diri dari hiruk pikuk dunia untuk fokus mendekatkan diri kepada Allah. Amalan ini melatih ketenangan batin dan ketenangan spiritual. I’tikaf menjadi ruang refleksi, doa, dan muhasabah diri. Diriwayatkan dari Aisyah RA: “Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau wafat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Dzikir dan doa memperkuat hubungan batin antara hamba dan Tuhannya. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, dan doa-doa kebaikan. Dzikir menenangkan hati dan menjaga emosi selama berpuasa. Allah SWT berfirman: “Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 152).
7. Menyegerakan Berbuka dan Mengakhirkan Sahur
Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur adalah sunnah Rasulullah SAW yang penuh keberkahan. Pola ini bukan hanya baik secara spiritual, tetapi juga menyehatkan tubuh. Sunnah ini mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan fisik. Rasulullah SAW bersabda: “Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.” (HR. Ahmad).
8. Menjaga Lisan dan Perbuatan
Puasa tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan lisan dan sikap. Menjaga ucapan dari ghibah, dusta, dan menyakiti orang lain adalah bagian dari kesempurnaan puasa. Akhlak yang baik menjadi indikator kualitas ibadah seseorang. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari).
9. Berbuat Kebaikan dan Silaturahmi
Berbuat baik dan menjaga silaturahmi memperluas manfaat puasa ke ranah sosial. Ramadhan menjadi momentum memperbaiki hubungan, menguatkan empati, dan menumbuhkan kepedulian. Kebaikan personal berubah menjadi kebaikan kolektif. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
10. Mencari Malam Lailatul Qadar
Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga mencarinya menjadi amalan utama Ramadhan. Ibadah di malam ini memiliki nilai pahala yang luar biasa besar. Malam ini menjadi simbol puncak spiritual Ramadhan. Allah SWT berfirman: “Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3).
Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi momentum pembentukan jiwa, akhlak, dan kesadaran spiritual. Amalan yang dilakukan di bulan ini memiliki nilai pahala yang lebih besar bukan karena bentuk amalnya berubah, tetapi karena waktunya yang dimuliakan oleh Allah SWT. Ketika kebaikan dilakukan secara kolektif, Ramadhan bukan hanya membentuk individu yang taat, tetapi juga masyarakat yang tumbuh dalam nilai kebaikan. Inilah makna Ramadhan: bukan sekadar menahan lapar, tetapi menumbuhkan iman, akhlak, dan jiwa yang dekat dengan Allah. (ALF)
Leave a comment