Jakarta – Hi moms and sis, di hari ketika dunia ramai bicara tentang cinta dengan bunga, cokelat, dan kata-kata manis bernama Valentine, banyak perempuan justru sedang berjuang diam-diam dengan lelah yang tak terlihat. Kita hidup dalam narasi yang menuntut perempuan untuk selalu kuat, selalu bisa, selalu bertahan, seolah menjadi perempuan berarti harus tahan banting setiap hari tanpa ruang rapuh.
Dari tuntutan pekerjaan, peran keluarga, relasi sosial, hingga tekanan untuk selalu terlihat “baik-baik saja”, semuanya menumpuk jadi beban yang jarang diakui. Padahal menjadi perempuan juga berarti punya batas, punya rasa lelah, dan punya hari-hari ketika kuat bukan pilihan, tapi keterpaksaan.
Dalam momen Valentine ini mungkin makna cinta yang paling penting bukan soal siapa yang memberi hadiah, tapi bagaimana perempuan diberi ruang untuk tidak selalu kuat dan tetap berhak dicintai sepenuhnya. Dicintai saat lelah, saat rapuh, saat tidak produktif, saat tidak ceria, saat tidak sempurna. Karena cinta yang dewasa bukan tentang menuntut ketangguhan tanpa henti, melainkan tentang menerima kemanusiaan secara utuh. Perempuan tidak harus kuat setiap hari, tapi berhak dicintai setiap hari dalam kondisi terbaiknya, dan juga dalam kondisi paling lelahnya. Cinta ini bukan hanya ekspektasi dari orang lain, tapi yang terpenting, cinta dari dirimu sendiri.
Dikutip dari netralnews, terdapat beberapa cara untuk mencintai diri sendiri, yuk simak!
1. Berhenti mengukur dirimu dengan standar semu dari media sosial dan kehidupan orang lain
Standar di media sosial sering kali hanya menampilkan potongan terbaik, bukan realitas hidup yang utuh. Terus membandingkan diri dengan itu hanya akan melelahkan mental dan mengaburkan nilai dirimu sendiri.
2. Berikan dirimu izin untuk beristirahat tanpa rasa bersalah
Istirahat bukan kemalasan, tapi kebutuhan dasar tubuh dan pikiran untuk tetap sehat. Memberi diri sendiri jeda adalah bentuk perawatan, bukan tanda menyerah.
3. Rayakan setiap hal kecil
Kemajuan tidak selalu datang dalam bentuk besar dan terlihat. Hal-hal sederhana yang berhasil kamu lewati setiap hari juga layak dihargai sebagai proses hidup yang bermakna.
4. Ingat nilai dirimu yang asli
Nilai dirimu tidak ditentukan oleh pencapaian, validasi, atau penilaian orang lain. Kamu tetap berharga bahkan saat lelah, gagal, atau sedang tidak berada di versi terbaikmu.
Mulai cintai dirimu sendiri, kelak akan banyak orang yang mencintaimu moms and sis. (ALF)
Leave a comment