Jakarta – Hi mom and sis, dalam banyak relasi, komunikasi sering dipahami sebagai kemampuan untuk menjelaskan segala sesuatu dengan jelas. Semakin lengkap penjelasan, semakin dianggap dewasa. Padahal dalam praktiknya ada momen ketika penjelasan justru menjadi melelahkan, bukan karena tidak mampu bicara, tetapi karena tidak selalu efektif.
Penting untuk meluruskan makna “tidak selalu harus dijelaskan”. Tindakan ini bukan tentang bersikap cuek, pasif agresif, atau menghindari konflik. Komunikasi dewasa tetap melibatkan kejujuran dan keterbukaan. Namun, perlu juga mengakui bahwa ada situasi di mana menjelaskan berulang kali tidak lagi menghasilkan pemahaman, hanya menguras energi emosional.
Mengutip dari thebrieflab.com, komunikasi yang efektif bergantung pada tiga elemen kunci: kejelasan (clarity), kiringkasan (conciseness), dan konsistensi (consistency). Prinsip 3C ini memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi secara akurat dan efisien.
- Komunikasi yang Jelas (Clear) memastikan bahwa pesan dipahami tanpa kebingungan atau salah tafsir.
- Komunikasi yang Ringkas (Concise) menghilangkan kata-kata yang tidak perlu dan langsung menuju ke inti permasalahan.
- Komunikasi yang Konsisten (Consistent) membangun aliran informasi yang andal, sehingga memungkinkan interaksi yang efektif dan lancar.
Dengan menerapkan prinsip 3C, seseorang dapat menjadi komunikator yang berpengaruh, memikat audiens, dan membagikan informasi penting secara efektif. Menerapkan prinsip-prinsip ini secara teratur dapat meningkatkan keterampilan komunikasi dan membuat seseorang menjadi lebih bernilai, baik dalam lingkungan pribadi maupun profesional. (ALFI)
Leave a comment