Jakarta – Banyak yang mengira nonton film horor itu cuma bikin takut. Padahal dari sisi psikologis, efeknya bisa lebih kompleks. The Conjuring: Last Rites, yang bakal tayang 5 September 2025, jadi contoh menarik bagaimana tontonan menegangkan bisa mempengaruhi pikiran dan emosi kita. Mom dan sis gak takut kan?
Saat menonton, otak merespons ketegangan di layar seperti menghadapi bahaya sungguhan. Kemudian jantung berdegup kencang, keringat dingin keluar, dan fokus kita meningkat. Efek ini dikenal sebagai fight or flight response, mekanisme alami tubuh untuk bersiap menghadapi ancaman.
Film ini diangkat dari kisah nyata Smurl Haunting di Pennsylvania, yang konon melibatkan gangguan supranatural berkepanjangan yang dihadapi suatu keluarga. Dari sisi psikologis, kisah seperti ini memicu rasa penasaran bercampur ketakutan. Dua emosi yang jika disajikan dalam film bisa membuat penonton merasa “aman” meski tengah dilanda teror. Dikutip dari artikel Healthline, otak tahu bahwa ancaman itu tidak nyata, sehingga adrenalin yang keluar menjadi sensasi menyenangkan, bukan trauma.

Trailer resminya menampilkan adegan eksorsisme intens, penampakan tiba-tiba, dan kejutan dari boneka Annabelle. Adegan-adegan ini sengaja dirancang untuk memicu jumpscare, yang memaksa otak memproses rangsangan visual dan suara dengan cepat.
Menariknya, ada juga manfaat psikologisnya. Menurut beberapa psikolog, film horor dapat membantu orang menghadapi rasa takut secara terkendali, sehingga saat dihadapkan pada stres di dunia nyata, mereka lebih siap mengelolanya. Ini mirip seperti simulasi kita dilatih menghadapi ketegangan dalam kondisi aman.
Namun dibalik beberapa fakta yang menyajikan manfaat menyenangkan saat menonton film horor. Ada juga manfaat negatif saat menonton film horor. Dikutip dari Alodokter menonton film horror dapat membuat merasa menjadi lebih cemas dan mudah stres atau panik. Sebagian orang yang lebih sensitif, menonton film horor dapat mengusik ketenangan.
Hal ini memberikan alasan bahwa ia cenderung membayangkan adegan-adegan yang membuatnya takut. Selain itu saking horornya, adegan seram di film horor pun terkadang bisa terbawa hingga ke mimpi dan menyebabkan mimpi buruk.

Menonton The Conjuring: Last Rites tidak sekadar soal mencari sensasi menegangkan, melainkan juga membawa berbagai dampak psikologis. Secara positif, film horor dapat menjadi media untuk “melatih” diri menghadapi rasa takut dalam situasi yang terkendali, memicu lonjakan adrenalin, dan mempertajam konsentrasi.
Meski begitu, bagi individu dengan tingkat kecemasan tinggi, rangsangan intens seperti jumpscare dan adegan mencekam justru berpotensi menimbulkan stres, rasa gelisah, hingga mimpi buruk. Intinya, penting untuk mengetahui batas kemampuan diri sebelum memutuskan menontonnya. (BGA)
Leave a comment