Gaya Hidup

Sosok Kartini Di Trakindo

Cileungsi, 3 April 2019 – PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat Cat®, mendukung dan percaya bahwa partisipasi perempuan dalam perusahaan dapat memberikan pengaruh besar bagi peningkatan nilai tambah, daya saing, serta kemajuan bersama.

Pendapat ini selaras dengan laporan dari McKinsey Global Institute (MGI) pada 2018 yang mengidentifikasi perusahaan yang memiliki tingkat keragaman gender lebih tinggi, memiliki peluang sebesar 21% unggul dalam profitabilitas. Pada laporan itu juga disebutkan Indonesia berpeluang meningkatkan Product Domestic Bruto tahunan sebesar 9% diatas kondisi normal pada 2025 dengan meningkatkan partisipasi perempuan di dunia kerja . Untuk mewujudkannya, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam memberi semangat kepada para perempuan untuk terus mengembangkan diri dan menggali potensi, seperti yang coba dilakukan melalui Bincang PERSpektif Trakindo kali ini.

Ferry Butarbutar, Human Capital Division Head Trakindo, menjelaskan, bahwa Trakindo percaya bahwa gender tidak membatasi karier seseorang dalam dunia kerja, termasuk di industri alat berat yang identik dengan pekerja laki-laki.

“Bahkan, terbukti pekerja perempuan mampu menempati berbagai posisi strategis di Trakindo. Memanfaatkan momentum peringatan Hari Kartini, kali ini kami ingin mengajak perempuan indonesia saling menginspirasi dan memberi semangat untuk terus berkarya, bagi diri, keluarga, dan negeri,” jelasnya saat bincang PERSpektif Trakindo di Trakindo Training Center, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat pekan lalu.

Bincang PERSpektif Trakindo kali ini membahas “Kartini di Industri Alat Berat”. Nah, Trakindo memiliki sosok Kartini diantaranya Ade Ayu Marlita. Di usianya yang 23 tahun, membuktikan diri bahwa menaklukkan alat berat bukan hanya bisa dilakukan laki-laki. Berkat keahliannya, Ade dipercaya menjadi Operator Trainer Trakindo Cabang Palembang. Ia pun unjuk kebolehan mengoperasikan alat berat hydraulic excavator kelas 20 ton jenis terbaru yaitu Cat 320 Next Generation.

Menjadi salah satu garis depan perusahaan, Ade Ayu, Operator Trainer dari Trakindo cabang Palembang menjelaskan bahwa kepercayaan diri dan kegigihan menjadi bekal utama untuk terus mengembangkan diri. “Bekerja di industri yang didominasi pekerja laki-laki memiliki tantangan tersendiri bagi perempuan. Namun, kita memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri. Karenanya, penting untuk memiliki semangat belajar yang kuat dan pantang menyerah dalam memajukan diri, sembari tetap menjaga jati diri sebagai perempuan,” jelas Ade.

Ade Ayu diatas alat berat Hydraulic Excavator Cat 320 Next Generation pada acara Bincang PERSpektif Trakindo yang digelar di Training Center Trakindo, Cileungsi, Bogor, Jabar, Selasa (30/4/2019).

Sesuai dengan namanya Next Generation, produk ini telah dilengkapi dengan beragam teknologi masa depan dengan performa terbaik di kelasnya, yang mampu memberikan kemudahan pengoperasian bagi penggunanya dengan hasil yang lebih maksimal dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Fama Flora, BRAVE Team Leader Trakindo, menyampaikan bahwa pemikiran perempuan di dunia kerja dapat memberikan perspektif berbeda yang membuatnya memiliki nilai lebih dalam bekerja.

“Selain bekerja, saya juga adalah seorang ibu. Terkadang naluri saya sebagai seorang ibu terbawa ke kantor, seperti; ingin selalu menjaga kerukunan dan kekompakan tim, memberi perhatian lebih terhadap hal-hal secara detil, serta mengajak tim untuk selalu mengembangkan diri. Ternyata, hal ini membuat pekerjaan dapat diselesaikan lebih optimal, keterikatan karyawan pun terjalin dengan baik, sehingga kami dapat lebih bersemangat memberikan kontribusi untuk mencapai tujuan perusahaan,” terang Flora.

Dukungan dari perusahaan dan lingkungan kerja juga sangat berperan dalam membangun suasana kerja yang kondusif bagi seluruh karyawan. Adanya perlakuan yang setara bagi setiap karyawan, tentu dapat meningkatkan kontribusi perempuan pekerja di berbagai bidang kerja.

“Lingkungan kerja aman dan nyaman adalah faktor penting yang membuat saya dapat bertahan bekerja di industri yang didominasi oleh laki-laki. Baik itu kondisi yang disediakan perusahaan, maupun gestur dari rekan kerja yang selalu mendukung pekerjaan yang saya lakukan tanpa membeda-bedakan. Sejak pertama bergabung hingga saat ini saya dipercaya membawahi ribuan teknisi yang mayoritas laki-laki, pemikiran yang saya suarakan dan keputusan yang saya ambil selalu dihormati,” kata Fourina Yudhasari, Standard & Resources Management Manager Trakindo.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4
To Top