Gaya Hidup

Kutil kelamin: bagaimana menanganinya dan kemana harus konsultasi?

Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyakit kutil kelamin. Data WHO 2012 menunjukkan, tingkat kejadian penyakit ini cukup tinggi, yaitu 1 kasus baru kutil kelamin didiagnosa setiap detiknya dan sekitar  89.192 kasus baru kutil kelamin didiagnosa di dunia setiap harinya.  Deteksi dini, diagnosis yang tepat, kepatuhan berobat serta berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpengalaman merupakan faktor keberhasilan pengobatan penyakit ini.

Kutil kelamin atau genital warts merupakan penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6, 11, 30, 42, 43, 44, 45, 51, 52 dan 54 dan merupakan ko-faktor kanker yang akan berdampak serius terhadap kesehatan seseorang. Kurangnya informasi mengenai penyakit ini merupakan salah satu kendala bagi masyarakat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.  Sebagian besar masyarakat masih enggan atau malu berobat bahkan tidak tahu harus kemana berkonsultasi.

Klinik Pramudia merupakan Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin yang hadir untuk menangani berbagai masalah penyakit kulit dan kelamin, termasuk di dalamnya penyakit kutil kelamin. Klinik ini didukung oleh tenaga spesialis yang berkompeten, staf yang berpengalaman serta teknologi yang memadai. Hari ini Klinik Pramudia meluncurkan logo baru website www.Pramudia.co.id yang bertujuan untuk peningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara lebih luas. 

dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, Direktur Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin Pramudia dalam sambutannya pada Press Conference hari ini mengatakan, “Klinik Pramudia memiliki visi menjadi Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin Rujukan Swasta di Indonesia. Dalam memberikan pelayanan medis kepada pasien, kami mengutamakan nilai-nilai berupa Trust, Ethics, Service Excellent, dan Solusi Oriented. Nama ‘Pramudia’ sendiri didekasikan untuk orang tua saya, dr. Ronny Pramudia Handoko, SpKK, ahli spesialis kulit dan kelamin senior yang telah berkiprah di bidang ini selama puluhan tahun.“

Ia menjelaskan, “Logo dan website baru menandai semangat klinik kami untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit, bukan hanya untuk kecantikan, melainkan kesehatan kulit terhadap penyakit kulit dan kelamin. Kami menyadari akan pentingnya pengetahuan ini  agar masyarakat mau berobat dan mendapatkan penanganan yang tepat.”

Dalam kesempatan yang sama, dr. Dian Pratiwi, SpKK, FINSDV, FAADV, dokter Klinik Pramudia menjelaskan tentang epidemiologi penyakit kutil kelamin, “HPV adalah virus penyebab Infeksi Menular Seksual (IMS) yang paling umum. Menurut data Amerika July 2017, sebanyak 79 juta penduduk, kebanyakan berusia akhir belasan dan awal 20-an, telah terinfeksi HPV. Sebagian kecil infeksi dengan tipe HPV tertentu dapat bertahan dan berkembang menjadi kutil kelamin dan kanker serviks. Jenis HPV yang tidak menyebabkan kanker, terutama tipe 6 dan 11, merupakan jenis yang sering menyebabkan kutil kelamin. Faktor risiko HPV yang persisten dan progresi ke arah kanker serviks antara lain dari dilihat dari jenis onkogenisitas HPV nya, tingkat kekebalan/ imunitas misalnya pasien HIV, lebih mungkin untuk

terinfeksi HPV yang persisten dan berkembang lebih cepat menjadi pra-kanker dan kanker, koinfeksi dengan mikroba penyebab infeksi menular seksual lainnya, seperti virus pada herpes simpleks, bakteri penyebab klamidia dan bakteri pada gonore, gaya hidup merokok, dan pada wanita dapat dilihat dari jumlah bayi yang telah dilahirkan dan usia muda pada kelahiran pertama.”

“Sebagai penyakit menular, sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala atau tanda khusus. Siapapun yang aktif secara seksual berisiko tertular HPV, bahkan jika berhubungan seks hanya dengan satu orang. HPV yang menimbulkan gejala akan muncul beberapa tahun sejak berhubungan seks dengan seseorang yang terinfeksi. Seseorang bisa tertular HPV melalui hubungan seks vaginal, anal, atau oral dengan seseorang yang sudah terinfeksi virus. Penyebaran paling umum adalah melalui hubungan seks vaginal atau anal. Ini membuat kita sulit untuk mengetahui kapan seseorang pertama kali terinfeksi. Untuk itu, untuk mencegah agar penyebaran tidak terjadi, pasien yang terinfeksi wajib menggunakan kondom dan diwajibkan untuk melakukan hubungan seksual secara monogami atau dengan satu pasangan saja. Selain itu, suntik vaksin juga dapat dilakukan untuk menurunkan risiko penularan,” tambahnya.

Dalam presentasinya dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, mengatakan, “Pasien yang terinfeksi Kutil Kelamin, biasanya tidak memiliki keluhan sama sekali atau bersifat asimptomatik. Gejala klinis yang terlihat hanya dapat berupa tonjolan pada kulit seperti kutil,  yang berbentuk  rata/flat atau sering menyerupai bentuk kembang kol (cawliflower-like). Diperkirakan Kutil Kelamin merupakan kasus Infeksi menular seksual yang paling sering  ditemukan di AS. Kutil Kelamin ini dapat bersifat tunggal dan sering bertambah banyak/ menyebar dalam waktu singkat dan biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Walaupun jarang, tetapi pada beberapa kasus, infeksi kutil kelamin dapat ditularkan melalui tanpa kontak seksual, seperti pada saat persalinan. Faktor risiko seseorang dapat terkena kutil kelamin yaitu jika seseorang dengan HIV seropositive, memiliki riwayat infeksi menular seksual, memiliki gaya hidup aktif secara seksual, merokok dan mengkonsumsi alkohol.”

“Kutil kelamin memang tidak berbahaya dan tidak mengganggu kesehatan secara umum, namun dapat mempengaruhi aspek psikologis pasien yang berarti, seperti malu, cemas, marah, hingga stress dan dapat menimbulkan kanker serviks pada penderita wanita serta kanker daerah anogenital dan orofaring. Untuk pengobatan kutil kelamin, terdapat beberapa cara/ modalitas pengobatannya, mulai dari cara operatif hingga non operatif. Pemilihan pengobatan Kutil Kelamin biasanya tergantung pada luas serta lokasi timbulnya kutil kelamin. Keberhasilan pengobatan Kutil Kelamin sangat tergantung pada deteksi dini, diagnosis, dan pemilihan pengobatan yang tepat dan benar oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Pengalaman seorang dokter spesilis kulit dan kelamin sangat menentukan keberhasilan pengobatan dan mencegah agar kutil kelamin tidak timbul kembali,” jelasnya. 

“Untuk memperoleh Informasi dan edukasi yang tepat mengenai Kutil Kelamin, masyarakat dihimbau untuk mencarinya dari sumber yang tepat, yaitu dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin yang paham betul tentang penyakit ini. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat memperoleh penanganan yang tepat. Dibutuhkan pengalaman yang cukup dalam melakukan deteksi dini terhadap adanya Kutil Kelamin, terutama apabila pasien memiliki risiko tinggi untuk tertularnya penyakit ini. Apabila ternyata sudah tertular dan sudah memiliki gejala klinis, maka sudah seharusnya pasien mendapatkan pengobatan yang tepat dan patuh pada pengobatan yang diberikan sehingga kutil kelamin tidak timbul kembali,” tutupnya

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4
To Top