Yang Baru

Karyawan Perumda Pasar Jaya Kunjungi Cugenang Gifted School

Sosialisasi terhadap kehadiran anak-anak gifted dan talented (cerdas dan berbakat) di Indonesia terus dilakukan. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran bahwa anak-anak berkebutuhan khusus tersebut memang ada di tengah masyarakat.

Perumda Pasar Jaya, salah satu perusahaan BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, belum lama ini mengunjungi satu-satunya sekolah gifted di Indonesia, Cugenang Gifted School (CGS). Sekolah yang berlokasi di Kampung Angkrong, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tersebut saat ini menampung sekitar 25 anak gifted dhuafa. Mereka berasal dari daerah-daerah di sekitar sekolah, seperti Cianjur, Sukabumi, Cipanas, dan Depok. Siswa-siswa tersebut berada di tingkatan kelas yang berbeda, mulai dari SD hingga SMA.

“(Kunjungan kami) Intinya mensosialisasikan  tentang keberadaan anak-anak gifted. Pasar Jaya itu kan perusahaan besar, karyawannya ada  tiga ribuan. Dengan kunjungan ini berangkali ada di antara karyawan yang anaknya ada yang mungkin gifted, mereka tahu bahwa ada sekolah ini. Jadi sosialisasi ini sepertinya perlu dilakukan agar mereka mengetahui sebetulnya ada potensi anak-anak gifted,” jelas Komisaris Utama Perumda Pasar Jaya, Rikrik Rizkiyana, belum lama ini.

Rikrik yang juga merupakan pendiri CGS ini melanjutkan, awalnya sekitar 20 karyawan Perumda Pasar Jaya itu kaget mengetahui ada sekolah macam itu di Indonesia. Apalagi sekolah ini dikhususkan untuk anak-anak dhuafa.

Untuk itu, dia aktif melakukan sosialisasi agar semakin banyak orang tahu bahwa potensi anak-anak gifted di Indonesia memang ada. Selama ini kehadiran mereka masih diabaikan oleh masyarakat, apalagi anak-anak gifted yang berasal dari golongan keluarga dhuafa.

Anak-anak gifted ini memiliki pola pikir dan cara yang berbeda dari anak normal, mereka kerap dicap sebagai anak yang sulit diatur, nakal, dan suka memberontak.

“Orang tua harus tahu bagaimana melayani anak gifted. Dibimbing dan diperhatikan dengan baik, disalurkan bakatnya agar tidak salah arah. Namun kebanyakan orang tua bahkan tidak menyadari bakat dan kecerdasan anaknya. Jangan sampai anak-anak gifted ini terabaikan dan salah bergaul,” sambung Rikrik.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kinarya Didaktika –yayasan yang menaungi CGS, Ibrahim Senen mengatakan, CGS dibangun untuk mewadahi anak-anak gifted yang berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka yang bersekolah di sini tidak dikenai biaya apa pun alias gratis, asalkan lulus melalui serangkaian tes masuk.

 “Syaratnya calon siswa lulus tes IQ di atas 130, lulus tes kreativitas, dan lulus tes komitmen. Semua tes dilakukan oleh psikolog yang kami tunjuk. Calon siswa saat mendaftar usianya juga tidak boleh lebih dari delapan tahun,” jelas Ibrahim.

Lokasi sekolah yang berada di daerah sejuk ini menciptakan suasana yang nyaman untuk belajar para siswanya. Terdapat 18 ruang kelas pembelajaran, laboratorium, perpustakaan, masjid, aula makan bersama, dan asrama bertingkat untuk siswa dan guru.

Data dari BPS pada 2006 menunjukkan, terdapat sekitar 52.989.800 anak usia sekolah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,1% memiliki kualifikasi sebagai anak berbakat. Artinya Indonesia memiliki sekitar 1.059.796 anak cerdas berbakat istimewa (CIBI).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4
To Top