Entertainment

Judith Chung Rilis Single Terbaru “Kepada Jatuh yang Paling Palung”

Jakarta-Penyanyi dan penulis buku Judith Chung merilis single terbarunya yang berjudul “Kepada Jatuh yang Paling Palung”. Dalam karya terbarunya, Judith mengisahkan suatu kerelaan dalam melepaskan diri dari sebuah cinta segitiga.

Penyanyi dan penulis buku Judith Chung merilis single terbarunya yang berjudul “Kepada Jatuh yang Paling Palung”. Dalam karya terbarunya, Judith mengisahkan suatu kerelaan dalam melepaskan diri dari sebuah cinta segitiga.

Judith yang selalu mengubah atau menciptakan lagunya sendiri; entah berupa nada ataupun liriknya, menyatakan bahwa “Kepada Jatuh yang Paling Palung” bercerita tentang merelakan suatu hubungan yang tidak seharusnya terwujud.

“Aku menggubah lagu, karena hal tersebut merupakan caraku untuk memperpanjang ingatan,” kata Judith dalam siaran persnya, Jumat (30/7/2021).

Selain itu, lanjutnya, hal itu merupakan kesadaran diri, bahwa dirinya hanya memiliki dua tangan yang mustahil merangkul lebih dari satu manusia secara bersamaan.

“Aku berharap dengan menggubah lagu dan menyanyikannya, manusia yang tidak kukenal, manusia yang mungkin tidak tahu bahwa aku telah dilahirkan di Bumi, bahkan manusia yang lahir setelah kematianku pun, dapat kurengkuh perantara lagu tersebut.

Demikianlah, tidak berbeda dengan tujuanku menulis. Dalam lagu ‘Kepada Jatuh yang Paling Palung’, aku mencoba menuliskan cerita dari sudut pandang individu di luar hubungan sepasang kekasih,” ujar Judith.

Proses penulisan dan aransemen lagu ini memakan waktu 1 minggu. Lagu bergenre pop ballad ini memiliki melodi nada yang Judith gubah sendiri dan berpadu sempurna dari permainan piano dari Nisia Hertanto.

Lebih lanjut, Judith mengungkapkan bahwa lagu “Kepada Jatuh yang Paling Palung” bercerita tentang seseorang yang menyadari kadar cinta paling dalam adalah pada saat ia yang tidak melihat, tidak mendengar, tidak menyentuh, tidak dibahagiakan dan ditiadakan.

Namun, tetap membuka pintu dan mendaratkan sebuah dekapan. Meski, tahu bahwa ia tidak pernah dijadikan tujuan.

“Aku rasa, banyak di antara kita yang pernah ada di situasi ini. Kita tetap membuka diri terhadap orang lain, meskipun kita sudah tahu. Kalau saja kita tidak pernah dianggap sebagai tempat pulang.” ucap Judith.

Judith berharap, kehadiran lagu terbarunya ini dapat menjadi pengingat bagi pendengar, untuk berfokus pada kekuatan untuk menghargai diri mereka sendiri dan tidak bergantung pada manusia lain. Karena selagi seorang anak manusia tidak kehilangan dirinya sendiri. Maka, ia tidak pernah benar-benar sendirian. (foto: Istimewa)

5
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4
To Top