Gaya Hidup

Peran Perusahaan dalam Keseimbangan Karier dan Keluarga

Jakarta – Bagi perempuan yang baru berkeluarga pilihan karier menjadi salah satu masalah utama. Tuntutan untuk menjadi seorang istri dan ibu yang bertanggung jawab terkadang bentrok dengan kebijakan perusahaan dan karier yang sudah dirintis. Ada beberapa hal sederhana yang bisa menghambat wanita berkeluarga dalam menjalani kariernya di perusahaan seperti kesulitan saat mengajukan cuti hamil dan ruang laktasi yang belum layak untuk wanita menyusui dan memompa ASI.

Data dari laporan Global Gender Gap dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) yang terbit pada tahun 2016 menunjukkan bahwa berdasarkan keseluruhan kinerja kesetaraan gender, Indonesia berada di peringkat 88 dari 144 negara. Dari empat kategori (pencapaian pendidikan, kesehatan, pemberdayaan politik dan partisipasi dan peluang ekonomi), Indonesia memiliki nilai terburuk dalam kesempatan ekonomi, berada di peringkat 107. Ini adalah situasi yang membingungkan yang seharusnya menjadi panggilan bangun bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dengan tetangga ASEAN-nya.

Melihat hal ini Koalisi Bisnis Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan (IBCWE) menggelar acara pertamanya, CEO Talk “Roles of Corporation dalam Career and Family Life Balance”, peran korporasi dalam keseimbangan karier dan keluarga di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta pada tanggal 18 Mei 2017 lalu. Acara yang digelar ini juga bertepatan dengan momentum Hari Keluarga Internasional yang jatuh pada tanggal 15 Mei setiap tahun.

Pada acara ini IBCWE menyampaikan mengapa penting untuk membicarakan tentang pekerjaan dan keseimbangan kehidupan keluarga. IBCWE sengaja memilih empat CEO utama pria sebagai nara sumber. Keempat naras umber yang hadir adalah Handry Satriago (CEO General Electric Indonesia), Pahala N. Mansury, CFA (CEO Garuda Indonesia), John Riyadi, MBA (Direktur Lippo Group) dan Rosan Roeslani, MBA (Ketua Kamar Dagang Indonesia). Keempat CEO ini adalah CEO puncak yang mewakili industri teknologi, penerbangan, telekomunikasi, ritel, properti, perawatan kesehatan dan keuangan.

Handry Satriago (CEO General Electric Indonesia) menyampaikan “Merekrut pekerja perempuan adalah penting untuk memberi keragaman pada tim. GE memiliki program khusus untuk meningkatkan jumlah perempuan dalam karya-karya yang berkaitan dengan Teknologi Sains, Teknik dan Matematika (STEM).”

“Kemampuan perusahaan untuk bertahan hidup ditentukan oleh kemampuannya untuk menghasilkan gagasan, untuk menciptakan lebih banyak gagasan. Kita membutuhkan tenaga kerja dengan berbagai cara berpikir. Dan ini hanya mungkin jika ada keragaman” tambah Handry.

Kemudian John Riady, Direktur Lippo Group menawarkan wawasan yang menarik tentang kebutuhan untuk tidak hanya mendorong perempuan untuk mengambil peran lebih besar di tempat kerja namun juga penting untuk mendorong pria memainkan peran lebih besar di rumah dalam keluarga.

“Pria harus didorong untuk memainkan peran lebih besar di rumah,” katanya. Pernyataan ini didukung oleh Dr. Handry yang memberi contoh bahwa sebagai seorang ayah, dia mengambil bagian dalam semua bagian anak perempuan kembar yang dibesarkan.” Ujar John Riady.

Pada kesempatan selanjutnya Rosan Roeslani memberi contoh bagaimana institusi seperti KADIN (Kamar Dagang Indonesia) juga berubah dan sekarang telah melipat gandakan jumlah perempuan dalam kepemimpinannya. Termasuk dua pemimpin KADIN lokal di Yogyakarta dan Kalimantan Timur. Hal ini juga penting untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi perempuan untuk lebih aktif dan mengambil posisi kepemimpinan dalam sebuah organisasi profesional.

Faktanya berbagai industri sekarang ini menghadapi tantangan yang berbeda mengenai cara memperbaiki keseimbangan kehidupan keluarga. Namun disisi lain teknologi menjadi solusi yang memungkinkan dan mempermudah penerapan jam kerja yang fleksibel seperti. Para pembicara sependapat bahwa yang juga penting adalah mengubah pola pikir, norma. Pembelajara yang terus menerus dalam hal keterampilan penting untuk dilakukan, mengelola tenaga kerja merupakan kunci untuk memperbaiki keseimbangan antara kerja dan kehidupan keluarga.

Pada acara CEO Talk ini IBWCE berharap dapat memberi inspirasi bagi perusahaan untuk mempromosikan keseimbangan kehidupan keluarga yang lebih baik sebagai cara untuk mempertahankan talenta perempuan di perusahaan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top