Fashion

Hijup Gaungkan Jakarta Sebagai Pusat Fashion Muslim

Jakarta – Perhelatan akbar tahunan, HIJUP Ramadhan Festival yang diselenggarakan pada 25 dan 26 Mei 2018 telah berlangsung dengan lancar. Bertempat di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka Mall, lantai 3, Jakarta. Pada tahun ke tujuh ini, HIJUP Ramadhan Festival mengusung tema “Lillah, Fillah, Billah” yang memiliki arti seluruh ibadah semata-mata dilakukan hanya karena Allah, sesuai dengan perintah Allah, dan akan selalu berada di dalam lindungan Allah.

HIJUP Ramadhan Festival diselenggarakan dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi antara HIJUP dengan para konsumen, disainer, dan para partner lainnya. Respon positif terlihat dengan animo pengunjung yang dihadiri sebanyak 8.463 orang.

Selama acara berlangsung, HIJUP Ramadhan Festival menghadirkan lebih dari 100 booth fashion muslim sebagai bentuk realisasi dalam menampilkan ragam pilihan fashion muslim (Look Good, Feel Good). Perlu disadari jumlah demand fashion muslim di Indonesia tidak bisa diacuhkan, mengingat potensi market muslim yang cukup besar. Dari sekitar total jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 260 juta jiwa, 80% atau 200 juta di antaranya adalah muslim.

Tak hanya itu, market muslim global pun terbilang besar. Pasalnya, berdasarkan riset yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) perputaran ekonomi muslim telah menyumbang 12% GDP dunia. Dari segi sektor fashion, market share fashion muslim dunia mencapai 24% atau setara 1.8 miliyar dari populasi global. Chief Executive Officer (CEO) HIJUP, Diajeng Lestari, HIJUP optimis bisa menjadi motor bagi pergerakan industri fashion muslim, di mana Jakarta sebagai pusat fashion muslim dunia.

“Industri fashion muslim Indonesia memiliki segudang potensi besar, populasi muslim kita itu terbesar di dunia, tingkat konsumsinya nomor lima di dunia dan sumber daya yang kaya ada dari Sabang sampai Merauke. Semua potensi yang melekat pada industri fashion muslim kita sudah sepatutnya dijadikan sebagai kekuatan utama dalam rangka menjadi pusat fashion muslim.” Ketua Pokja Industri Kreatif, Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Irfan Wahid.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melihat ada peluang dalam segi ekonomi yang sangat besar di industri fashion muslim di tanah air. Menurutnya, dari 166 triliun income fashion, 54 triliun di antaranya berasal dari industri fashion muslim. Dengan populasi penduduk muslim dunia terbanyak di dunia, tak hayal jika Indonesia dapat mengusai pasar fashion muslim dunia.

Tak hanya terkait dengan industri fashion muslim, HIJUP juga berkontribusi dalam upaya kepedulian sesama muslim di Indonesia dan global. Hasil penjualan tiket HIJUP Ramadhan Festival akan didonasikan untuk pembangunan Rumah Quran di Karawang (program kerjasama HIJUP dengan Urban Syiar) dan program Indonesia Bebas Buta Aksara Quran bersama Cinta Quran Foundation, bantuan kemanusiaan Palestina bersama Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), program Parcel Ramadhan bagi umat yang dibutuhkan dari Dompet Dhuafa, Pembangunan Pesantren Kreatif iHAQi dan program Kirim Budi dari Semua Murid Semua Guru (Do Good).

5
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4
To Top