Entertainment

Mengingat Teater Bunga Penutup Abad Dalam Pameran “Namaku Pram”

Jakarta, 18 April 2018 – Dalam rangka pameran ‘Namaku Pram’ yang diselenggarakan di Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan para pemeran  teater Bunga Penutup Abad. Mereka adalah ​Reza Rahardian, Happy Salma dan Sabia yang menceritakan pengalaman mereka saat berlatih untuk membawakan peran di teater Bunga Penutup Abad.

 

Tahun lalu sebuah pertunjukan teater yang diadaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer ini, berhasil 1500 penonton selama tiga hari masa pementasan. Bunga Penutup Abad berkisah tentang kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda ditemani Panji Darman. Kehidupan Annelies sejak berangkat dari Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui surat-suratnya yang dikirim pada Nyai Ontosoroh dan Minke. Surat-surat inilah yang membuka pintu nostalgia antara mereka bertiga, mulai dari perkenalan Minke dengan Annelies, cerita kehidupan masa kecil Nyai Ontosoroh hingga menjadi istri Herman Mellema, bagaimana Nyai Ontosoroh digugat anak tirinya hingga Annelies harus pergi ke Belanda. Kisah berakhir saat Annelies meninggal di Belanda dan Minke pergi ke Batavia membawa lukisan potret Annelies yang dilukis oleh sahabatnya, Jean Marais. Minke memberi nama lukisan itu, Bunga Penutup Abad.

“Saya berharap nantinya ada orang yang memiliki ide untuk membuatkan film dari karya-karya yang dihasilkan oleh Pramoedya Ananta Toer. Dunia sastra Indonesia tidak terlepas dari nama besar Pramoedya dengan sejumlah bukunya yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa hingga bahasa Urdu” Ujar Reza Rahardian.

Sedangkan Happy Salma dan Titimangsa Foundation masih tetap optimis dan semangat akan ada pertunjukan selanjutnya, “Kedepan kami ingin menggelar teater Bunga Penutup Abad di daerah lain, semoga cita-cita kami tercapai” kata Happy.

Sebagai upaya dalam melihat lebih dekat Pramoedya Ananta Toerseorang sastrawan besar yang pernah dimiliki Indonesia, Maka tahun ini Titimangsa Foundation bekerjasama dengan Dia.Lo.Gue, dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, menggelar pameran bertajuk ‘Namaku Pram: Catatan dan Arsip. Pameran ini menampilkan sosok Pram yang bukan hanya sebagai penulis, tetapi lebih sebagai manusia dalam kesehariannya dan dokumentator Indonesia.

Penikmat seni juga dapat menyaksikan mini pamerannya yang akan diselenggarakan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia pada tanggal 17 April – 2 Mei 2018 mendatang, sedangkan pameran yang menampilkan lebih banyak catatan dan arsip Pram ini juga dapat dilihat di Dia.Lo.Gue Kemang pada 17 April – 20 Mei 2018.

 

 

 

5
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4
To Top