Cantik & Sehat

Kolaborasi Bayer untuk Kesehatan di Asia Pasifik

Jakarta – Permintaan akan obat-obatan inovatif ini akan meningkat seiring dengan meningkatnya populasi manusia usia lanjut di Asia Pasifik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 87% masalah penyakit tidak menular pada orang usia lanjut seperti kardiovaskular dan kanker yang juga mengancam jiwa13. Penyakit kardiovaskular (CVD) adalah penyebab utama kematian di dunia, dan separuhnya diperkirakan terjadi di Asia14. Asia juga penyumbang setengah dari masalah kanker dunia. Di mana diperkirakan, angka kejadian kanker di Asia diperkirakan meningkat mencapai 10,6 juta jiwa di tahun 203016.

Pada tahun 2017, Bayer meningkatkan investasi R & D global menjadi hampir 4,5 miliar Euro atau 64,1% untuk investasi penelitan dan pengembangan bidang Pharmaceuticals. Obat-obatan Bayer ini memiliki lini yang lengkap bersamaan dengan sekitar 50 proyek pengembangan lainnya di Tahap I sampai III untuk memenuhi kebutuhan medis tersebut. Di antara proyek – proyek ini, enam di antaranya akan memiliki potensi untuk mengobati berbagai jenis kanker, penyakit ginjal akibat diabetes, gagal jantung kronik, dan fibroid pada rahim yang banyak terjadi di Asia Pasifik.

Selain menyediakan beberapa obat baru, Bayer juga melakukan penelitian dengan produk yang telah diluncurkan untuk memperluas cakupan indikasi produk tersebut. Pada tahun 2017, Bayer mengumumkan hasil penelitian COMPASS yang meneliti manfaat Rivaroxaban® pada pasien dengan penyakit arteri koroner kronik (CAD) atau penyakit arteri perifer (PAD). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian Rivaroxaban® 2,5 mg dua kali sehari dan Aspirin 100 mg sekali sehari, secara signifikan dapat menurunkan risiko stroke, kematian akibat kardiovaskular dan serangan jantung pada pasien yang memiliki penyakit arteri koroner atau perifer kronis sebesar 24%16.

Di bidang pengobatan kanker, Bayer bekerjasama ekskusif dengan Loxo Oncology, Inc., perusahaan biofarmasi Amerika Serikat, untuk mengembangkan dan memasarkan dua terapi onkologi selektif pada genetik penyebab kanker. Melalui kerjasama dengan Loxo Oncology, rangkaian obat kanker Bayer akan membuat perbedaan yang berarti bagi pasien penderita berbagai jenis kanker.

Bayer telah memastikan bahwa populasi Asia Pasifik akan ikut terwakili dan terlibat dalam kegiatan uji klinisnya. Bayer secara sistematis juga akan merekrut pasien dari wilayah ini sebagai bagian dari penelitian global. Jumlah uji klinis yang sedang berlangsung telah meningkat dua kali lipat dari 21 di tahun 2007, menjadi 53 di Asia Pasifik pada tahun 2017. Di mana 22 uji di antaranya dilakukan di Singapura.

“Dengan melibatkan pasien di Asia Pasifik dalam pengembangan uji klinis, kami dapat memberikan pengobatan lebih awal bagi pasien dan berpotensi lebih baik untuk menjawab kebutuhan medis mereka yang sebelumnya tidak terpenuhi,” ucap Dr Chuan Kit Foo, Head of Medical Affairs, Bayer Pharmaceuticals Division Asia / Pacific.

Kolaborasi sebagai Inti untuk Menjawab Tantangan Kesehatan di Asia Pasifik

Bayer membentuk berbagai kerja sama – mulai dari kemitraan dengan perizinan tradisional sampai dengan penelitian ilmiah yang strategis dengan perusahan dan akademisi yang menerapkan model baru dalam mendorong inovasi dengan pengusaha, perusahaan yang baru berdiri dan peneliti muda. Pada bulan November 2017, Bayer merayakan sepuluh tahun kerjasamanya dengan institusi di Singapura dalam penelitian klinis penyakit kanker dan penyakit jantung. Kerja sama ini juga didukung oleh Singapore Economic Development Board (EDB). Kolaborasi ini dibentuk untuk bersama-sama menemukan solusi bagi penyakit umum di kawasan Asia. Bayer sampai saat ini menginvestasikan sebanyak 27 juta Dollar Singapore untuk proyek – proyek kerja sama tersebut.

banner_2
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner_2
To Top