Kuliner

Bumbu Khas Nusantara Jajal Pasar Arab Saudi

Jeddah – Produsen bumbu kemasan Indonesia terus mencoba menembus pasar Arab Saudi. Kali ini melalui demo memasak yang bertajuk “Fun & Easy Cooking with Kokita and Pring Mas”, produsen bumbu kemasan Indonesia mencoba memperkenalkan bumbu-bumbu khas nusantara. Acara yang diselenggarakan pada Selasa (26/12), di Hotel Al Badr, Kandara Dist. Jeddah ini merupakan hasil kerja sama Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, PT. Ikafood Putramas (Kokita), PT. Agro Tama Abadi (Pring Mas), dan Al Raqeb Universal Group (importir makanan Arab Saudi).

“Kami ingin memperkenalkan bumbu khas nusantara kepada pelaku usaha kuliner Horeka (hotel, restoran dan katering) Arab Saudi, khususnya yang menyediakan konsumsi bagi jamaah haji dan umroh. Selain itu, juga untuk menguji permintaan pasar wilayah Timur Tengah, khususnya Arab Saudi,” terang Wakil Kepala ITPC Muchamad Syahran Bhakti .

Produk bumbu PT. Ikafood Putramas (Kokita) yang diuji coba di pasar Arab Saudi adalah bumbu dasar A (berbahan dasar cabai), bumbu dasar B (berbahan dasar kunyit), bumbu dasar C (berbahan dasar kemiri), bumbu dasar D (berbahan dasar bawang putih untuk tumisan), dan bumbu dasar E, yaitu bumbu dasar B tanpa cabai yang kemungkinan akan dipasarkan untuk konsumsi jamaah haji dan umroh yang melarang penggunaan cabai. Selain bumbu dasar, terdapat juga bumbu untuk nasi goreng, soto, kari, ayam goreng; serta aneka produk sambal seperti sambal bajak, sambal terasi, dan tauco.

Produk PT. Ikafood Putramas yang telah masuk Arab Saudi saat ini mencapai 1 kontainer per bulan dan diharapkan terus meningkat. Selama ini produk-produk Kokita telah dijual di toko-toko Indonesia di berbagai kota Arab Saudi seperti Jeddah, Makkah, Madinah, dan Riyadh. Selain itu, PT. Ikafood Putramas juga menargetkan pasar katering haji dan umroh.

Saat ini PT. Ikafood Putramas juga sedang melakukan riset terkait penyesuaian komposisi bumbu menu katering musim haji, jumlah katering haji dan umroh, serta rumah makan Indonesia yang berada di Makkah, Madinah, dan Jeddah. Penjualan produk bumbu dasar yang ditawarkan kepada katering haji dan umroh ditargetkan mencapai 10% dari pangsa pasar konsumsi haji dan umroh.

Sedangkan untuk produk-produk PT. Agro Tama Abadi yang diuji coba di Arab Saudi diantaranya adalah pring mas instant seasoning mix for soup dishes, pring mas instant seasoning mix for curry dishes, pring mas instant seasoning mix for fried dishes. Selain itu, ada bumbu rujak, bumbu pecel, sate, dan gado gado; serta aneka sambal seperti sambal matah, sambal hijau, sambal bajak, sambal bawang, dan sambal terasi.

Selain melalui kegiatan pengenalan produk, produsen Indonesia juga menjalin kerja sama dengan perusahaan importir lokal untuk memasuki pasar Arab Saudi. Salah satunya dengan Al Raqeb Universal Group yang merupakan importir bahan makanan terkemuka di Arab Saudi. Dengan kerja sama ini diharapkan produk bumbu Indonesia semakin mudah menembus pasar Arab Saudi.

“Selama ini telah banyak pengusaha bumbu olahan dari Indonesia yang berusaha mengekspor produknya ke Arab Saudi, namun terkendala masalah sertifikasi dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Melalui kerja sama dengan perusahaan lokal, diharapkan kendala sertifikasi akan dapat teratasi,” pungkas Syahran

Selain Al Raqeb Universal Group, acara ini juga dihadiri perwakilan Restoran Batavia Jeddah, Restoran Wong Solo Jeddah, Said Bawazier Trading Company (SBTC), dan beberapa katering haji dan umroh.

5
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4
To Top