Inspirasi

Digalang, Kampanye 16 Hari Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Jakarta – Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) dilakukan sejak 25 November  hingga 10 Desember 2017. Kampanye 16 HAKTP di Indonesia dilakukan sejak tahun 2003 yang diinisiasi oleh Komnas  Perempuan sebagai bagian dari kampanye Internasional.

“Peringatan ini juga telah menjadi bagian dari kampanye organisasi perempuan dan HAM di seluruh daerah di Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari pembangunan kesadaran publik untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan,” kata Juliana Ndolu, Perwakilan Oxfam di Indonesia, dalam siaran persnya, Minggu (10/12/2017).

Tema kampanye 16 HAKTP pada tahun 2017 adalah; “CUKUP, Orang Muda Berperan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan”. Pemilihan tema ini  sejalan dengan situasi tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT.

Riset yang dilakukan LBH APIK NTT menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2013-2016 terjadi 119 kasus  dengan perkosaan termasuk gang rape dan percabulan menduduki jumlah tertinggi. 93% korban perkosaan adalah anak-anak (dibawah 18 tahun) dan sebagian besar pelaku merupakan orang terdekat atau dikenal korban seperti keluarga 56%, pacar 26% dan sisanya tukang ojek, guru dan tetangga.

Angka tersebut adalah angka akses korban yang melaporkan kasusnya, sementara di luar sana masih banyak kasus yang terbungkam dan tidak terlaporkan. Pemilihan orang muda sebagai sasaran kampanye tahun ini juga didasarkan pada kesadaran bahwa orang muda lebih terbuka dalam menerima perubahan ataupun cara pandang baru.  “Orang muda diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak,”jelas Juliana.

Kegiatan ini pertama kali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute tahun 1991. Kampanye 16 HAKTP, dimulai dengan peringatan hari internasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan 25 November dan diakhiri dengan Hari Hak Asasi Manusia yang tanggal 10 Desember. Pemilihan 16 HAKTP didasarkan pada upaya menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

Tahun 2017 Jaringan NGO/CSO yang tergabung dalam  Konsorsium Timor Adil dan Setara, atas dukungan Oxfam dan AusAid melakukan serangkaian kampanye dalam rangka memperingati 16 HAKTP. Konsorsium Timor Adil dan Setara merupakan gabungan dari LBH APIK NTT, CIS Timor, Bengkel APPeK, KPI Wilayah NTT, Lopo Belajar Gender, Yayasan Sanggar Suara Perempuan di TTS dan Yabiku di TTU.

Konsorsium Timor Adil dan Setara merupakan sebuah kekuatan bersama yang bekerja untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pencegahan dan penanganan kasus.

“Anggota konsorsium bekerja melalui berbagai strategi seperti pendampingan kasus pada tingkat litigasi dan non litigasi; sosialisasi melalui berbagai media; pengorganisasian kelompok orang muda, perempuan dan laki- laki agar memiliki kesadaran untuk melakukan upaya pencegahan tidak kekerasan terhadap peremuan dan anak; serta advokasi untuk perubahan kebijakan agar lebih adil bagai perempuan dan anak,”kata Ansi D. Rihidara SH,  Konsorsium Timor Adil dan Setara.

Tahun ini serangkaian kampanye yang dilaksanakan oleh Konsorsium Timor Adil dan setara :

Yayasan Sanggar Suara Perempuan di Kota SoE- Kabupaten Timur Tengah Selatan tanggal 21 – 22 November 2017   melaksanakan Konferensi Perempuan Timor, sekaligus meluncurkan Kampanye 16 Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan. Sejak tanggal 25 November 2017 – 10 Desember 2017 memutar spot iklan di radio RRI Kupang  “Stop Kekerasan Seksual”

CIS- Timor di Kupang tanggal 25 November 2017 melaksanakan dialog radio dengan tema “Stop Kekerasan dalam pacaran”

Lopo Gelajar Gender di Kupang, tanggal 7 desember 2017, melaksanakan  Sosialisasi anti Kekerasan Seksual  untuk murid kelas 4-6 Sekolah Dasar Persitim 2 Kupang.

Konsorsium Timor Adil dan Setara, tanggal 9 Desember 2017 melaksanakan dialog publik, foto booth dengan tema Peran Orang Muda untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, kerjasama dengan Fakultas Hukum Undana dan Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana.

 

5
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4
To Top