Business

Lewat Bulan Arisan Nasional, MAPAN Rangkul Jutaan Keluarga Indonesia

Jakarta  – MAPAN (dulunya dikenal sebagai PT RUMA), perusahaan bermisi sosial yang fokus pada layanan teknologi keuangan berbasis komunitas, menjadikan bulan Oktober sebagai Bulan Arisan Nasional, gerakan yang bertujuan merangkul jutaan keluarga Indonesia agar mengubah kebiasaan pengaturan keuangannya. Gerakan ini bertujuan agar keluarga Indonesia bisa mengatur keuangan, menjadi lebih mapan, serta mampu memenuhi kebutuhannya.

CEO Mapan Aldi Haryopratomo mengutarakan bahwa tantangan edukasi keuangan bukan sekadar memberi pengetahuan, namun juga bagaimana mengubah kebiasaan pengaturan keuangan keluarga Indonesia. “Oleh karena itu, edukasi keuangan haruslah relevan terhadap kebutuhan audiensnya. Arisan, yang selama ini dipandang sebelah mata, sebenarnya adalah sebuah support group yang kuat dan mampu mendorong perubahan bagi anggotanya, termasuk perubahan ke arah kemapanan,” ujarnya. “Bung Hatta sebagai tokoh ekonomi kerakyatan di Indonesia pernah menyebutkan bahwa Sanubari Indonesia penuh dengan rasa bersama. Kebersamaan adalah hal yang sangat erat dan khas arisan,” tambahnya.

Turut hadir dalam peluncuran Bulan Arisan Nasional, Kusumaningtuti S Soetiono, Anggota Dewan Komisioner OJK Tahun 2012-2017 yang juga pemerhati edukasi keuangan mengemukakan bahwa literasi dan inklusi keuangan sudah menjadi prioritas pemerintah Indonesia melalui Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI). “Salah satu fokus utama pada peningkatan literasi keuangan adalah masyarakat bisa lebih baik dalam merencanakan keuangan keluarga,” jelas Kusumaningtuti.

Menurut survey yang diadakan oleh OJK, literasi keuangan di Indonesia meningkat menjadi 29,66% pada 2016 dibandingkan pada 2013 (21,84%). “Langkah untuk meningkatkan literasi masih panjang, dalam mewujudkannya pemerintah butuh dukungan masyarakat dan lembaga lainnya untuk mencapai tujuan akhir dengan pendekatan yang sesuai,” lanjutnya.

Arisan MAPAN merupakan bentuk gerakan edukasi pengaturan keuangan keluarga yang fokus pada peningkatan kemapanan anggotanya. Dengan bergabung bersama Arisan MAPAN, anggota dapat mengakses berbagai barang kebutuhan berkualitas yang selama ini sulit mereka jangkau karena harga yang terlalu tinggi. “Selama ini, banyak keluarga Indonesia yang membeli barang melalui jasa keuangan tidak resmi seperti rentenir, dengan harga angsuran yang sangat tinggi dan kualitas barang sangat rendah. Arisan MAPAN menjawab permasalahan ini dengan menyediakan barang kebutuhan berkualitas tinggi dan dapat dibeli dengan sistem pengaturan keuangan menyisihkan uang ala arisan, tanpa bunga,” jelas Aldi.

Selayaknya metode arisan, setiap anggota Arisan MAPAN menyisihkan uang setiap periode tertentu. Kemudian, akan dilakukan pengocokan nama anggota untuk bisa menentukan pemenang arisan. Bila menang, anggota akan mendapatkan kebutuhan sesuai rencana. Yang unik, kelompok-kelompok ini juga memiliki peranan sosial. “Kontrol sosial antar anggota di Arisan Mapan sangat kuat sehingga mendorong kedisiplinan perencanaan keuangan. Mereka akan saling mengingatkan bila ada yang tampak bermasalah dengan perencanaan keuangan,” ujar Aldi.

Arisan MAPAN juga memiliki Gugus MAPAN yang berperan mengembangkan program pengaturan keuangan keluarga berbasis komunitas. Agar lebih relevan, peserta kelas diminta mengutarakan mimpinya, lalu menyusun perencanaan keuangan sederhana agar mimpi tersebut bisa tercapai.

Lilis Marliana, salah seorang Ketua Gugus MAPAN dari Subang, Jawa Barat, menyebutkan banyak anggota di daerahnya yang sudah terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Semenjak ada Arisan MAPAN, anggota kami bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya tanpa lagi memakai jasa rentenir. Sekarang jadi lebih nyaman dan satu kecamatan sudah bisa terbebas dari rentenir,” ujar Lilis.

MAPAN terus membuka pintu bagi keluarga Indonesia yang ingin bergabung di Arisan MAPAN demi membantu memenuhi kebutuhannya. Saat ini, kantor cabang MAPAN tersebar di 114 kantor di Indonesia. Aplikasinya dapat diunduh melalui Google Play dengan nama Mapan. (imr)

5
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4
To Top