Inspirasi

Meuthia Rizki, Dulu Gagap Sekarang Trainer Hebat

Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora.

Photo: Shutterstock

Jakarta – Kekurangan tak menjadi halangan untuk seseorang menggapai impiannya. Seperti kesuksesan yang telah dicapai oleh wanita berparas cantik, Meuthia Rizki, yang akrab disapa Tia. Perjalanan hidupnya tidaklah mudah. Cobaan terus datang dalam kehidupannya. Tia dulu adalah sosok pemalu, gagap, dan tidak percaya diri. Namun siapa menyangka, sekarang ia telah menjadi seorang yang sukses.

Perempuan kelahiran Juli 1970 ini senang berbagi dalam dunia pendidikan sehingga terus menekuni karirnya sebagai motivator, inspirator, dan juga trainer. Saat ini Tia bergabung di organisasi berisikan mentor-mentor muda Indonesia bernama Tempa. Sebelumnya, ia juga pernah bekerja di salah satu perusahaan Direct Selling dan MultiLevel Marketing dimana pada saat itu Tia diharuskan untuk mengajar dan memberi pelatihan kepada banyak orang sehingga ia menjadi terbiasa untuk membawakan training.

“Saya sudah 13 tahun menjalani karir sebagai Network Marketing dan sejak 2008 mulai menjadi motivator sekaligus trainer. Hingga akhirnya pada tahun 2012 seorang penulis bernama Alberthiene Endah membuatkan saya sebuah buku berjudul Memeluk Mimpi Mendayung Harapan. Buku ini berkisah mengenai latar belakang dan perjuangan hidup saya,” kata perempuan beranak dua tersebut saat ditemui ZP di Jakarta baru-baru ini.

Berkat Dukungan Mama

Meuthia melalui masa kecilnya dengan penuh tekanan dan kekerasan dari ayahnya yang menyebabkan penyakit asmanya sering kambuh. Tia yang dulu bukanlah seorang motivator yang penuh percaya diri berbicara di depan banyak audience. Sejak kecil Meuthia mengalami gagap yang membuat ia selalu di bully di lingkungannya.

Untungnya dalam melewati masa-masa sulit saat kecil ada sosok ibu yang selalu mendukung. “Saat kecil mama banyak berperan untuk saya bisa menjadi orang yang percaya diri. Mama rajin menemani saya berobat dan mengikuti banyak sesi alternatif agar bisa bicara lancar,” jelasnya

“Selain itu mama mengikutkan saya les piano agar memiliki suatu hal yang dapat dibanggakan, karena jaman dulu yang bisa les piano masih bisa dihitung pakai jari,” canda Meuthia.

Ternyata setelah dewasa Tia masih harus melewati rintangan berat dalam hidupnya. Ia sempat bangkrut saat menjalankan bisnis saham komoditi sekaligus depresi setelah melahirkan anaknya secara sesar.

“Setelah dewasa dan menikah suami lah yang sangat berperan dalam membantu dan setia menemani saat mengalami bangkrut dan depresi,” papar Tia.

Penggemar masakan Indonesia dan juga Jepang, terutama sushi, mengatakan bahwa keluarga adalah nomor satu. Ia kerap meluangkan waktu libuar bersama keluarganya.

“Biasanya kuliner bareng keluarga minimal seminggu dua kali dan berlibur bareng keluarga besar minimal empat bulan sekali,” lanjut perempuan yang memiliki hobi jalan-jalan ini.

Menjadi trainer memberikan kesenangan tersendiri bagi hidup Tia dan keluarga karena ia bisa dekat dengan keluarga, terutama kedua anaknya.

Tia juga rajin pergi ke salon untuk merawat kecantikan nya. Menurutnya, perempuan harus memperhatikan penampilan sehari-hari karena penampilan akan membuat mood menjadi bagus.

“Untuk para wanita Indonesia selalu utamakan penampilan yang rapi, serasi, wangi, bersih, tidak asal-asalan. Perhatikan hal-hal kecil seperti kancing copot, jaitan lepas, baju bolong, kerah baju longgar, dan sebagainya. Semua itu juga tidak harus mahal,” pesan Tia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top